Rabu, 14 Januari 2009

ILMU DAN AMAL

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (QS. Al Isra:36 )

Ilmu adalah dasar semua tindakan manusia. Karena tanpa ilmu, segala sesuatu menjadi tidak terarah dan tidak bertujuan Kata ilmu sendiri berasal dari kata kerja ’alima yang berarti memperoleh hakikat ilmu, mengetahui dan yakin. Bentuk jamaknya adalah ’ulum yang berarti memahami sesuatu dengan hakikatnya. Jadi ilmu merupakan aspek teoritis dari pengetahuan. Dengan pengetahuan inilah manusia melakukan amalnya. Jika manusia kaya ilmu tapi miskin amal, maka ilmu ini akan sia-sia.

Dalam beberapa riwayat, dijelaskan mengenai hubungan ilmu dan amal. Dari Imam Ali as berkata, ”Ilmu adalah pemimpin amal dan amal adalah pengikutnya” Demikian juga sabda Rasulullah SAW, ”Barangsiapa beramal tanpa ilmu maka apa yang dirusaknya jauh lebih banyak dibandingkan yang diperbaikinya”. Pada riwayat yang lain, Imam Ali as berkata, ”Ilmu diiringi dengan perbuatan. Barangsiapa berilmu maka dia harus berbuat. Ilmu memanggil perbuatan. Jika ia menjawabnya maka ilmu tetap bersamanya, namun jika tidak maka ilmu akan pergi darinya”

Dari riwayat diatas dapat disimpulkan bahwa sebuah ilmu mutlak diikuti dengan amal. Karena ilmu akan bernilai jika diamalkan. Dan ilmu akan sia-sia jika tidak diamalkan. Itulah mengapa ustad Hasan Al Banna meletakkan bahwa kefahaman terhadap segala hal itu diletakkan pada peringkat paling awal, baru diikuti dengan keikhlasan untuk mau berbuat dan beramal dilandasi kefahaman dan keikhlasan. Sebegitu pentingnya ilmu, sehingga kita diwajibkan untuk benar-benar menguasainya terlebih dahulu sebelum kita melakukan tindakan. Karena akan sangat kacau bila kita bertindak tanpa ilmu yang benar. Jadi, saat kita sudah memiliki sebuah ilmu maka lazimnya kita juga harus segera mengamalkannya dalam bentuk mengajarkannya kepada orang lain agar kita tetap memiliki ilmu tersebut.

Penghujung tahun...

Sabtu pagi… Before we go to Surabaya….

Beberapa hari terakhir banyak kejadian yang cukup memberikan banyak makna bagi kehidupan, Berawal dari rutinitas saya sebagai mahasiswa yang beberapa hari kemarin “diganggu” untuk mencari ma’isyah. Tugas sebagai karyawan sebuah perusahaan developer yang ada dikota Solo. Mulai dari awal 15-26 Desember 2008. Pameran akhir tahun yang biasanya mengundang banyak kontroversi karena akhwat harus pulang diatas jam 9 malam (karena biasanya jam 8 harus sudah duduk manis didalam rumah). Hari-hari awal, biasa saja…Nothing Special, semua berjalan seperti layaknya biasa. Malah banyak waktu yang digunakan untuk browsing, menulis, membaca ataupun make a friend. Karena kami (saya dan satu akhwat lagi) ingin mencitrakan bahwa akhwat yang berjilbab rapi pun bisa bekerja seprofesional mereka dan kami juga tidak memilih-milih dalam bersaudara seIslam (bermuamalah). Masalah browsing, karena kebetulan tempat pamerannya punya fasilitas hotspot, so…make a good things with this facility..let’s move guys!!!!

Setiap kali membuka laptop, situs pertama yang pasti akan kami kunjungi adalah mailing list di yahoogruops (sebut merk nih, siapa tahu dapat cipratan royalti dari yahoo hi hi). Karena kami (ikhwah 2004) sudah siap untuk membersamai perjalanan mailist tercinta kami. Meskipun baru sedikit tulisan awalan dari para tetua (angkatan 2004 dikampus memang sudah saatnya “dipaksa pergi dengan hormat” alias lulus) tapi semoga bisa menjadi hobi baru kami untuk tetap berhubungan dengan adek2 kami di lembaga. Itulah kegiatan rutin kami disana. Tanpa terasa (he he, kayak di novel aja) 2 hari menjelang berakhirnya pameran, ada 2 kejadian yang cukup membekas diingatan saya. Ya, 2 hari terakhir yang memiliki makna tersendiri dalam benak saya. 25 Desember 2008 dan 26 Desember 2008. Penghujung tahun yang sarat makna. Bagaikan menemukan kepingan makna kehidupan penyusun mozaik yang hilang menuju peradaban yang utuh dengan nilai islam.

To be continued........